Metode Shettles


Pendahuluan

Metode ini disebut Metode Shettles, pertama kali dikembangkan pada tahun 1960-an ketika dokter Shettles masih menjadi sorang peneliti di Universitas Kolumbia.

Selama 30 Tahun penelitian, secara konservatif 75% orang mengininkan anak perempuan dan 80% menginginkan keturunan anak laki-laki. Dengan metode ini kesuksesannya mencapai hingga 90% berhasi.

Jenis Sperma

Pada tahun 1950-an telah ditemukan pada laki-laki ada dua jenis sperma, yakni sperma X-Kromosom (yang menghasilkan anak perempuan) dan sperma Y-Kromosom (yang menghasilkan anak laki-laki). Sedangkan untuk wanita hanya memiliki Kromosom X. (XX : Perempuan, XY : Laki-laki).

Pada tanggal 5 juni 1960 dr. Shettles melaporkan penelitiannya mengenai sperma pria yang kebanyakan memiliki keturunan perempuan dan keturunan laki-laki.

Ditemukan bahwa pria yang memiliki banyak keturunan perempuan spermanya kebanyakan berbentuk Oval dan berkepala besar. Sedangkan pria yang keturunannya banyak laki-laki spermanya kebanyakan berbentuk kecil dan berkepala bulat.

Kromosom Y bentuknya lebih kecil dari kromosom X, bentuk kromosom Y (memproduksi anak laki-laki) memiliki bentuk seperti kecebong namum kepalanya lebih kecil, padat dan lebih lincah, sedangkan kromosom X kepalanya lebih besar dan Oval , sehingga kromosom Y lebih mempunyai daya tahan lebih lama dan lebih kuat.

Dari awal kehidupannya keadaan mutu Sperma Y sudah rendah, sebuah pernyataan menyebutkan bahwa kematian saat baru dilahirkan dan keguguran lebih banyak terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan.

Asam Basa

Ketika zat yang dikeluarkan wanita saat berhubungan badan lebih banyak zat asam, maka kemungkinan besar adalah sperma X-lah yang menjadi pemenangnya (hasilnya anak perempuan), karena sperma Y akan menjadi lemah jika bertemu dengan zat asam. Sperma X tidak saja bisa bertahan dengan sejumlah tekanan seperti kepanasan, bahan-bahan kimia yang mengandung racun dan sebagainya (Sperma X lebih Kuat).

Pengaturan Waktu

Pengaturan waktu berhubungan sangat berpengaruh dalam pemilihan jenis kelamin. Dr. Shettles menyimpulkan bahwa berhubungan badan yang terjadi pada atau waktu ovulasi kemungkinan besar hasil keturunannya adalah anak laki-laki.

Ini dikarenakan zat yang dikeluarkan di rongga reproduksi wanita pada saat ovulasi kebanyakan alkalin (basa) yang disenangi oleh sperma Y. sedangkan jika hubungan badan dilakukan dua atau tiga hari sebelum ovulasi, zat yang dikeluarkan kebanyakan menghasilkan zat asam, sehingga kemungkinan besar menghasilkan anak perempuan.

Ada beberapa pendapat bahwa orgasme wanita juga bisa mempengaruhi keturunan yang dihasilkan . menurut mereka apabila seorang wanita mencapai masa orgasmenya duluan maka kemungkinan menghasilkan keturunan laki-laki akan meningkat. Ini berkaitan dengan banyaknya zat alkalin yang dikeluarkan perempuan saat mencapai orgasme.

Dr. Shettles juga telah membuat sebuah penelitian yang sungguh-sungguh tentang hubungan antara suhu kantong kemaluan, spermatogenesis dan jenis kelamin keturunan.

Memakai celana yang ketat yang terlalu menempel, lingkungan kerja yang terlalu panas dan merendam terlalu lama dalam bak mandi air panas juga bisa mengurangi jumlah sperma.

Ada sebagian penyelidikan tentang hubungan kepanasan dan rasio seks, bahwa akibat berkurangnya jumlah sperma akan menghasilkan anak perempuan. Penyelam yang sering menggunakan pakaian ketat terbukti lebih banyak menghasilkan anak perempuan daripada anak laki-laki.

Faktor Alkalin dan Orgasme

Lingkungan kimia rongga reproduksi wanita sangat penting dalam pemilihan jenis kelamin. Kebanyakan wanita mengalami perubahan perputaran dengan lingkungan yang lebih beralkalin dan lebih mau menerima sperma sewaktu ovulasi mendekat. Sebagian wanita walaupun memiliki sekresi yang berkeasaman tinggi pada kebanyakan waktu, bagi mereka untuk menjadi hamil adalah hal yang sulit apalagi untuk menghamili anak laki-laki lebih sulit lagi.

Sebagian wanita yang menderita perut keasaman tinggi (maag) secara terus menerus atau bisul harus menyadari kondisi keasaman mereka ini, bantuan dokter sangatlah diperlukan untuk memperbaiki sistem ini.

Ringkasan :

Sebelum anda mencoba untuk menghasilkan anak laki-laki, pastikan bahwa anda mengerti hal-hal berikut ini :

1. Menentukan waktu ovulasi.
2. Mengatur waktu hubungan badan dekat dengan waktu ovulasi.
3. Pentingnya Jumlah Sperma dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya.
4. Cara mempengaruhi Keasaman/Kealkalinan (asam/basa) rongga reproduksi wanita.
5. Arti dari Orgasme bagi wanita

Dari metode diatas, tingkat keberhasilan untuk anak laki-laki mencapai 80% s.d 85%, namun semua itu adalah hanya sebatas usaha manusia dalam merencanakan keturunannya dan kita kembalikan semuanya pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

3 Tanggapan

  1. trims infonya mas…….

  2. saya udah punya anak dua, dan laki2 semua, haduhh…. dapet informasi di website http://www.theshettlesmethod.com bahwa ada metode yg berkebalikan dengan metode shettles, yaitu O+12 khusus utk mendapatkan anak perempuan, ada yg pernah mencoba metode tersebut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: