STOP! Hukuman Mati


Hukuman Mati
Hukuman mati di dunia
Keterangan:
* Biru: dihapus untuk semua kejahatan
* Hijau: dihapus untuk kejahatan biasa tetapi tidak untuk luar biasa (perang)
* Oranye: secara praktis telah menghapus
* Merah: masih dilakukan

Manusia adalah milik Tuhan sepenuhnya. Kata orang, nyawa kita ada di tangan Tuhan. Tuhanlah yang memberi kita nyawa dan Tuhan pulalah yang mengambil nyawa kita.

Saya tadi malam sangat terenyuh sekali melihat sebuah acara televisi yang menampilkan seorang perempuan yang menantikan sebuah prosesi pencabutan nyawanya.

Apakah hukuman mati masih relevan dalam kehidupan manusia yang semakin ( kata orang lagi ) beradab. Apakah dengan mudahnya seorang manusia ( baca : hakim ) mengetok palu dan memutuskan kapan hidup seorang manusia harus berakhir!

Hukuman mati adalah hukuman terberat bagi seorang manusia, bahkan penjahat tersadis sekalipun. Manusia hidup dengan kesalahan, dan manusia juga layak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya.

Kultur dendam yang kolektif memang sudah menguasai pola pikir manusia. Berat memang melihat kerabat kita yang menjadi korban, namun apakah setelah dengan pelaksanaan hukuman mati kita bisa mengembalikan korban kepada kita seperti semula. Tidak kan? Atau apakah anda merasa puas, lega, bahkan orgasme melihat penjahat yang dihukum mati!!!Bagaimana jika yang dihukum mati itu ternyata bukan orang yang melakukan kejahatan?!

Kalau seandainya hukuman mati dianggap mampu menjadi penangkal orang untuk membunuh, belum tentu! Negara-negara yang masih melaksanakan proses hukuman mati tetap saja tingkat pembunuhannya masih tinggi.
Saya lebih memilih format lembaga pemsyarakatan, sebuah lembaga yang dibentuk untuk memberi bekal ( ketrampilan dan konseling psikologi ) agar para warga lembaga pemasyarakatan bisa kembali ke masyarakat untuk memperbaiki hidupnya.

Akhirnya saya hanya bisa berkata…ah seandainya anda masih bisa mendapat pengampunan…

(maaf ada editing)

4 Tanggapan

  1. disisi korban mungkin memandangya layak, tapi disisi terdakwa sangat sulit menerima, entahlah, untuk tujuan shock therapy mungkin hukuman mati masih relevan untuk saat ini.

    shock therapy kok sampai bunuh orang om?😀

  2. aku kalau lihat berita atau denger berita orang yang sedang menghitung hari untuk menjemput maut, suka ga bisa tidur serem ngebayanginnya. Berat juga tanggung jawab sebagai seorang hakim, mempertaruhkan nyawa orang hanya dengan ketukan. TOK TOK TOK… DORRR!

    Hakim tuh hebat ya…boleh nentuin orang mau hidup atau mati…hiks…

  3. Manusia itu punya Tuhan, ngga ada aturan manusia bisa nentuin kapan orang mati. Ngga ada gunanya, “tangan ganti tangan”, hukum rajam, cambuk. Kecuali manusia ngga mengenal Tuhan. Namanya sudah bagus di Indonesia, lembaga pemasyarakatan, bagus lagi kalau hukuman itu berupa pembelajaran bukan menghapus kesempatan orang untuk berubah.

  4. Atau apakah anda merasa puas, lega, bahkan orgasme melihat penjahat yang dihukum mati!!!

    Masak bisa orgasme melihat eksekusi sih:mrgreen:

    Susah ya, tapi saya setuju bahwa manusia tidak selayaknya menentukan hidup mati orang lain. Terlebih, jika kita melihat kondisi peradilan Indonesia dimana hukum bisa jadi “relatif” karena uang atau kekuasaan.

    Kalau anda searching om, memang ada penyakit psikologi dimana kepuasannya adalah menyakiti dan melihat kesakitan orang lain… Saya ndak tau, kenapa masih bisa disebut negara yang beradab dan rakyatnya beragama kalau melegalkan hukuman mati…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: