Kumpulan Komen saya Tentang IPDN ( Sekedar Berbagi )


Sebegitu Fenomenalnya IPDN sehingga saya harus ( halah kejar setoran posting aja! hehehe :D) memposting tema ini tiga kali, disini, ini dan tulisan berikut ini. Ini kumpulan komen saya di blog kawan-kawan yang membahas tentang IPDN. Yang saya ingat dan terlacak saja.

Ini saya komen di blog ini
Saya geram melihat kekejaman di IPDN
Saya marah mendengar berita-berita tentang penganiayaan di IPDN
Saya gelisah membayangkan “who’s next victim”

Namun, saya yakin pembubaran IPDN merupakan wujud sebuah emosional sesaat saja. Sebuah perwujudan hipotesa kultur dendam kolektif yang sudah melanda masyarakat kita.

Apakah tidak lebih baik kita ganti “sistem pendidikannya” bukan menghukum semua manusianya.

Apakah anda tidak pernah menutup mata dengan ketidak adilan yang ada di sekitar anda! Apakah anda merasa bersalah dan harus dihukum juga?

Apakah para mahasiswa yang idealis dan cerdas itu, tidak menutup mata pada penggelembungan dana proposal dan laporan pertanggung jawaban yang ada di organisasi mahasiswa. Kenapa semua diam saja!!!

Bukan…bukan “pembunuhan” masa depan yang kita mau, kita mau ada perbaikan sistem!

Solusi…? Buat sistem pengawasan dalam tubuh IPDN sendiri. Buat lembaga pengawas yang independen dan mampu merubah budaya kekerasan di IPDN. Bisa? Saya yakin bisa.

Bukan setelah melihat dan mendengar lalu latah mengatakan BUBARKAN IPDN!

NB : Saya bukan alumni atau ada hubungan langsung dengan IPDN, dan saya bukan membela IPDN namun membela nasib generasi penerus bangsa yang terancam masa depannya.

Yang salah siapa sih? Manusianya?
Kalau yang salah manusianya, ngapain IPDN dibubarkan! Sama aja entar cuma ganti kulit, wong manusianya masih ada!

Entar kalau di pindah ke Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas lain, terus malah menularkan kekerasan itu gimana?

Halah…yang namanya IPDN memang satu, tapi masih banyak “IPDN-IPDN” yang lain. Kasus ini menarik karena yang mati jiwa manusia juga. Tapi dalam dunia pendidikan masih banyak yang mati moralnya!!!

Bubarkan sekolah di Indonesia!!!😀

Bungkam bukan berarti tidak mau tahu…bungkam adalah ketidakberdayaan yang mesti dimerdekakan…

wadehel : @MasIndra, ketidakberdayaan takut di DO? Lha kalau wakil2 kita di DPR yang bungkam karena takut dipecat, itu ketidakberdayaan juga dong? Nanti semua orang penting bungkam dengan alasan tidak berdaya gimana.

Benar mas, semoga alur pemikiran saya bisa sejajar dengan anda.
Bungkam adalah wujud dari ketidakberdayaan, dan ketidakberdayaan adalah sebuah kelemahan. Untuk masalah IPDN, saya berpikirnya ketidakberdayaan itu yang harus dimerdekakan, bagaimana mereka “dilahirkan kembali” agar berani untuk berbicara tentang ketidak adilan dsb. Bukan membunuh masa depan mereka.
Kalau masalah korupsi, bahkan para mahasiswa yang senang berkoar dengan lantang masalah idealisme. Ketika berada dalam organisasi mengenal yang namanya MARK UP, dalam pembuatan proposal MARK UP, LPJ MARK UP…yah walaupun dengan pembenaran ini itu

Yang ini dari sini
Kalau sedikit mengadopsi kata-kata Descartes, Cogito Ergo Sum ( Aku BERPIKIR, maka aku ADA ), ya sistem adalah manusianya… makanya manusianya yang harus dibenahi bukan institusi. Menurut saya institusi hanya benda mati mas, ngapain di horek-horek. Institusi dibubarkan, pikiran2 manusianya masih ada…ya jadinya kayak ular ganti kulit ( mbrungsungi thok!)

Dan saya paling suka dengan kata2 mas Anto disini😀
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Silahkan bagi yang ingin berteriak jangan bubarkan!
Coba kalau anak anda, saudara anda disana?
Jangan menjadi
sok bijaksana dalam kenyataan yang benar2 busuk ada di depan mata kita.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

16 Tanggapan

  1. Jadi sekarang, menurut pendapat MasIndra bagaimana? mungkin bangsa ini memang perlu sumbangan pemikiran untuk penyelesaian masalah bangsa ini? dan salah satunya polemik IPDN ini?
    selamat beropini.


    Sekali lagi maaf, saya berbeda jalan dengan banyak blogger dalam menyikapi masalah IPDN.
    Untuk masalah IPDN saya punya beberapa usulan yang mungkin bisa mencegah terjadinya kekerasan disana:
    1. Restrukturisasi : Bagaimanapun ini penting karena tanggung jawab bukan hanya kepada pelaku kekerasan, tetapi para pejabat struktural di lingkungan IPDN juga harus bertanggung jawab. Karena patut dipertanyakan mengapa mereka sampai tidak tahu adanya budaya kekerasan disana ( mungkin saja mereka pura-pura tidk tahu ).
    2. Bentuk lembaga khusus yang menangani masalah advokasi dan pengawasan terhadap kekerasan di dunia pendidikan, khususnya contoh kasus IPDN, namun alangkah baiknya lembaga ini juga melakukan pengawasan bukan hanya kekerasan fisik tapi juga kekerasan mental atau psikis. Dan lembaga ini harus merdeka.
    3. Bimbingan konseling bagi siswa IPDN, agar budaya kekerasan tidak berlarut-larut dan mencari tahu serta mencari solusi mengapa para mahasiswa ( baca=praja ) membiarkan praktek kekerasan terjadi dalam kehidupan ( pendidikan ) mereka.
    4. Usut dan hukum seadil-adilnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, para oknum pelaku tindak kekerasan di dunia pendidikan.

    Apakah keempat hal tadi menjamin tidak adanya kekerasan dalam dunia pendidikan (khususnya IPDN)? TIDAK! kalau tanpa bantuan dan pengawasan kita-kita semua ( khususnya mas Anto dan mas Wadehel…yang getol sekali menyuarakan pembubaran IPDN😀 ).

    Nampaknya itu yang saya anggap lebih manusiawi daripada sekedar pembubaran, tindakan mereka memang tidak manusiawi, tapi apakah kita juga harus bertindak tidak manusiawi kepada mereka?

    Begitu mas Anto jawaban saya, semoga tidak puas! Karena kalau mas Anto tidak puas kita akan lebih banyak berdiskusi lagi. O ya…silahkan invite YM saya… lourent_indra@yahoo.com. Kalau masih ingin sekedar berbincang ngga jelas sih…hehehe…:damai:

  2. salam kenal
    komen saya, 1/2 dari Anda, 1/2 dari antobilang
    saya lebih milih ipdn ga dibubarkan, tapi sistemnya diinstal ulang
    tapi seperti kata antobilang, ada usul dari Anda?
    btw orang jogja juga toh?
    kalo boleh tau di daerah mana?

    Dunia pendidikan memang gaswat mas, bayangkan aja anak TK sudah dicekoki bermacam-macam ilmu biar pinter. Namun mereka lupa bahwa anak seusia TK yang paling dibutuhkan adalah SOSIALISASI dengan teman-temannya. Untuk usul sudah saya posting di komen nya mas Anto, semoga anda juga tidakl puas!
    Saya besar dan berada di lingkungan pendidikan di jogja mas, tapi sekarang mencari sesuap nasi di Ibu Kota

  3. IPDN maneh???puyeng aku…ndi2 blog mbahas iki..mboh ah….ngelu sirahku, mikir utang waelah!!!!

    Hahaha…ada agenda2 penting yang akan dilaksanakan mbak, semoga bukan hanya agenda penting dari “kumpulan pokoknya”. Semoga ada solusi yang dibahas memikirkan juga ada manusia2 lain disana.
    Penggusuran…alasannya adalah bagi kepentingan banyak orang, tetapi mematikan mata pencaharian orang lain. Semoga bukn hanya ” GUSUR!…GUSUR! ” tapi ada pemecahan solusiny
    a.

  4. jangan hanya tersangka yang membunuh cliff saja yang diusut. Orang yang kelihatan diadegan pemukulan dan nendang junior yang ditayangkan di TV juga perlu diperiksan. Saya paling jengkel ngeliat orang itu…sok-sok’an. An$%&g…

    Ya sepakat om! atu tante ya…wateper lah…😀

  5. ga tau ya,, sebenernya Ma malah ngerasa ngerubah sistem, memperbaiki oknum atau apapun itu lebih susah kayanya dari ngebubarin IPDNnya,, (mungkin,,)
    kan kalo ngebubarin IPDN itu kesannya gede2an, (bukannya bisa di pindahin aja mahasiswanya?? apa terlalu susah ya??) tapi baru superfisial,, baru bisa jalan yang berikutnya,, biar ada tindakan tegas,,

    Piss

    Bukan mungkin mbak, memang benar lebih susah! Jangan jadikan budaya instan menjadi gaya hidup kita!
    Think first than talk (action)…jangan dibalik ya…talk first, think later😀

    :Damai:

  6. Nggak usah basa-basi. Ikutan tanda-tangan petisi saja. Konkrit.

    A mild…bukan basa-basi😀
    Maaf saya menonton dulu, belum menemukan titik terang setelah IPDN bubar…

  7. Untuk melakukan restrukturisasi sepertinya bukan hal yang mudah dalam hal ini karena kebobrokan sepertinya sudah menggerogoti hampir seluruh komponen IPDN. Kita bisa melihat dari aksi tutup mulut rektor para pamong. Mereka masih saja menyangkal semua kejadian di IPDN.
    Selain itu kenapa pemerintah tidak memberdayakan FISIP yang ada di berbagai PTN dan PTS? Kasihan kan para mahasiswa FISIP itu…sudah kuliahnya mahal dan membayar pakai uang orang tuasendiri eh setelah lulus masih terancam jadi pengangguran karena lahan kerja mereka sudah dibooking lulusan IPDN yang sudah menerima banyak kenikmatan ketika menempuh pendidikan (sekolah gratis+uang saku+ jaminan kerja pasca sekolah).
    Apakah pemberdayaan FISIP bukan merupakan solusi yang baik?
    Selain itu kan dana yang awalnya dialokasikan di IPDN bisa dialihkan di sektor lain….(termasuk dikorupsi hehehe)
    Hehehe damai juga Mas😀

    Yup restrukturisasi memang tidak mudah tapi bisa.
    Kita harus menghargai pernyataan para alumni dan praja IPDN bahwa kekerasan hanya dilakukan pada ekstrakuler-ekstrakuler tertentu. Dan almarhum cliff wafat disaat tidak ada kegiatan, bukan wafat pada saat waktu pembelajaran resmi. Ini memang tidak wajar, namun ini untuk menjawab hampir seluruh komponen, hampir itu berapa…anda belajar statistik…tentunya anda lebih tahu tahu apa itu sampling error. Tutup mulut berarti ada sesuatu yang salah dan lemah, itu yang harus kita cari tahu sebabnya dan kita merdekakan.
    Sedikit guyon, di tempat saya kuliah dulu…fakultas isip sering tawuran dengan fakultas hukum, atau fakultas teknik hehehe…Sekolah gratis? Bukankah itu yang kita damba-dambakan?
    Saya pikir mentalitas mencari kerja bukan membuka lapangan kerja juga harus kita ubah!

    Alangkah lebih indah apabila petisi BUBARKAN IPDN, kita ganti dengan STOP KEKERASAN! ini hanya opini lho…Abstrak ya, mau yang kongkret…mari kita ubah diri kita. Saya pendosa dan saya akui itu, tapi saya lebih suka mendengar kata mantan maling dari pada mantan pemuka agama.😀

    :Damai:

  8. ah, dunia memang warna warni kok. berbeda itu indah, katanyaaaaa…

    tapi saya tetep pro-pembubaran. secara beberapa taun yg lalu udah pernah dicoba adopsi sistem dari IIP. awalnya bagus, tapi ga lama, balik gebuk-gebukan lagi. piye jal?

    salam kenal. peace on earth. bubarkan ipdn!! halah😀

    Seperti pelangi, indah ya?
    Silahkan pro pembubaran…ngga ada yang ngelarang kok…keep fight…tapi tolong carikan solusi, salah satunya bagi 4000 anak manusia disana ya…makasih…:peace:

  9. IPDN harus berbenah kalo tidak mau termakan…..
    “sebuah lembaga yg terbungkus dalam sebuah citra eksklusif dan idialis……eksklusifitas dan ke-idialisan yang mungkin sekarang dijalankan setengah hati…dan tak terbungkus dengan rapi karena terbentur dalam iklim yg berbeda dan juga kepentingan2 banyak pihak yg harus terakomodasi….
    IPDN seakan tidak mau terbuka, belajar, merubah ataupun memperbaiki diri….menyesuaikan diri dengan apa2 yg memang harus disesuaikan ..serta terus memaksakan diri berjalan dalam koridornya sendiri…
    contoh kecil dpt dirasakan, kenapa sekarang dosa2 terselubung lembaga ini dapat dikorek2 dengan mudahnya…pdhl mungkin menurut mereka itu sudah tersimpan rapi dlm tumpukan arsip2 yg mungkin juga sudah terkubur dg tanah..

    sejak berganti nama dr STPDN.. banyak org yg sdh tau kerasnya lembaga ini, tdk ada paksaan untk memasuki lembaga ini…tp kenapa masih ribuan org yg ngantri masuk yah??? bahkan banyak pula yg rela bayar puluhan juta demi masuk lembaga yg eksklusif dan keras ini……. heran?!

    Para mahasiswanya diwarnai oleh sistem yg dikembangkan lembaga ini.. dan lembaga ini tentu diwarnai pula oleh para pejabat atau pengurusnya……
    Para pejabat atau pengurusnya itu adalah orang2 yg tidak bisa dibilang tidak berpendidikan.. ada profesor…doktor…sarjana hukum…purnawirawan militer dll..

    Mahasiswa (praja) sewaktu masuk pasti putihlah warnanya…. akan menjadi hitam kalo memang lembaga ini mewarnainya menjadi hitam…. dan tentunya akan menjadi lebih hitam lagi nasib mereka kalo lembaga ini mencuci tangannya sendiri…….

    Siapa yg patut dipersalahkan skrg????
    Publik tidak akan mau dipersalahkan atas opini yg sdh terbentuk skrg…..
    Praja IPDN tentunya jg tdk mau dipersalahkan atas ulah segelintir dr mereka yg berdosa….
    Apalagi Lembaganya…lebih2 tidak mau bgitu saja dipersalahkan atas semua kejadian yg ada sehingga dengan gampangnya mau dibubarkan..

    begitu rumit kalo melihat Lembaga ini secara mendalam…mau indoktrinasi ala militer tapi pengembanganya dg wawasan sipil…… sulit sekali!!

    (mhon maaf mas kalo terlalu panjang…)
    -2004-

    Bukan hanya IPDN om, IPDN hanya salah satu…mari kita bersuara…benahi!

  10. Nambahin mas,

    Karena lulusan sana akan jadi pejabat, maka

    * tahan kelulusan, pause dulu, 4000 orang itu harus melalui cuci otak ulang. Kembalikan harga dirinya sebagai manusia. Meski sekolah gratis, bukan mereka jadi robot yang nurut disuruh aja sama pimpinannya.

    * usut juga semua lulusannya, integritas moral sama kesetiakawanan yang berbahaya itu. Tes sikap mereka terhadap KKN.

    * cabut itu pendanaan dari negara😀 kami ga butuh pejabat seperti mereka. Selama ini banyak lulusannya masuk ke birokrasi, bagaimana sikapnya terhadap KKN? Sama aja dengan yang sekolah biasa kan? Militerismenya itu malah bikin bahaya.

    Gimana?

    Btw, udah baca isi petisinya belum? Bagian mana yang anda tidak setuju? Hanya yang nomer satu kah?

    Terima kasih sudah mau komen di lembar kebusukan saya ini. Ya mas…no 1 itu kelihatannya menjadi essensi dari aksi mas-mas. Saya belum menemukan jalan terang sehabis itu mas. Semoga segera ditemukan ya.

  11. Capeek dech ngebahas ini terus di tiap blog. Urusan mumet semakin dibuat ruwet saking banyaknya opini begini dan begitu.
    Errr tp pd hakikatnya gw sependapat sm anda, mas…bahwa membubarkan IPDN bukanlah penyelesaian dlm hal ini. Enak bgt kl urusannya begitu tgl main bubar saja…pemerintah kudu selesaikan dgn bertanggung jawab dan penegakan hukum hrs dilakukan dgn adil dong.
    Btw, salam kenal dr samarinda yak.

    Jangan capek pak. Salam kenal juga.

  12. Quote “Namun, saya yakin pembubaran IPDN merupakan wujud sebuah emosional sesaat saja. Sebuah perwujudan hipotesa kultur dendam kolektif yang sudah melanda masyarakat kita.”

    Eh, MasIndra, setelah malang melintang baca berbagai tulisan blogger tentang IPDN yang serupa tapi tak sama, seneng juga nemu tulisannya situ yg “angle-nya beda”😉 Ternyata , ada MasIndra juga😉

  13. Quote “Namun, saya yakin pembubaran IPDN merupakan wujud sebuah emosional sesaat saja. Sebuah perwujudan hipotesa kultur dendam kolektif yang sudah melanda masyarakat kita.”

    Eh, MasIndra, setelah malang melintang baca berbagai tulisan blogger tentang IPDN yang serupa tapi tak sama, seneng juga nemu tulisannya situ yg “angle-nya beda”😉 Ternyata bukan saya doang yang pendapatnya gak mainstream, ada MasIndra juga😉

  14. Saya kutipkan email dari milis IPDN yang secara tidak sengaja saya dapatkan dari salah satu pihak:

    “Maaf pada Yth Kakak purna sekalian kalau saya sedikit mau curhat , semoga diperkenankan…..
    Saya secara pribadi menyampaikan perasaan berduka dan simpati yg teramat dalam kpd adik2 saya 10 org dari Jabar angk 13 yg dengan sangat terpaksa tercebur kedalam balik jeruji besi….
    masih teringat dalam benak saya kalau kita pernah sama2 meramaikan Polres Sumedang di awal 2004 lalu…
    Saya, rekan2 saya GAP 12, kalian bersepuluh begitu terperosok dan seolah menjadi praja2 paling tercela waktu itu… bolak balik jatinangor sumedang… untuk memperjuangkan nasib kita masing2…. untuk dua kasus yg berbeda tapi menjadi salah satu catatan kasus terpenting dalam tonggak recovery STPDN…..
    kalian tentunya tidak akan pernah tau siapa yang paling bersalah ataupun bisa dipersalahkan atas nasib kalian waktu itu… dan mungkin juga sampai sekarang ..ketika semuanya terkoyak2 kmbali…. turun tingkat maupun dipecat diam2pun telah kalian jalani dengan tenang tanpa pernah tau apa kejadian yg sebenarnya sehingga Lembaga sekelas Mahkamah Agung yg tentunya bukan kewenangan kalian untuk tahu dapat dengan mudahnya mencabut ketenangan kalian…sekarang..

    Saya begitu sedih melihat kenyataan di media yang menyebutkan kalian diputus untuk menjalani hukuman.. dan juga seakan dihujat seolah2 kalian mangkir dari jalur hukum karena tidak pernah dihukum atas perbuatan yg telah kalian lakukan meskipun mungkin kalian juga tidak pernah tau perkembangan dari kasus kalian itu….
    Kenyataan saya semakin bersedih ketika mendengar kabar kalau status PNS kalian pun bakal dicabut….. Sungguh malang dan ironis..
    Kegusaran hati saya juga tdk berhenti sampai disitu….. Video Pemberian Lencana kami… begitu populer kembali dan dengan bangganya berbagai media tv berlomba menayangkan seperti mereka mempercundangi kita ..Lembaga STPDN untuk kedua kalinya.. seolah2 kita tidak pernah berubah…..
    nasib rekan2 saya, 7 orang Fungsionaris GAP 12 dari 25 orang termasuk saya sendiri yg secara kebetulan menjadi tersangka karena wajah2 kita yg kebetulan bermunculan dalam video yg dimiliki versi SCTV itu. Akhirnya diputus sebagai yg ter-korban dan ter-vonis kan diri menjadi terdakwa …..kembali terseret ke ujung tanduk…

    Sedih sekali kalau mengenang perjuangan kami dan juga kalian untuk membebaskan diri dari predikat publik sebagai PENGANIAYA JUNIOR….. tapi tentunya jauh lebih menyedihkan atas sekarang yg terjadi dimana kita sudah dalm kondisi tenang dan sepenuhnya mengabdi pada negara ini untuk sedikit berupaya menghapus dosa2 masa lalu…
    Dulu mungkin kita masih punya sederet nama yg sangat peduli terhadap praja…. termasuk Mantan Rektor Yth Bp I Nyoman Sumaryadi… yg telah berani pasang badan untuk berjuang melindungi dan sekaligus merecovery STPDN….Saya masih ingat pesan2 beliau dalam berbagai kesempatan yg sangat tegas menyatakan.. “Saya adalah Bapak Kalian dan akan terus memperjuangkan kalian”….. Kini setelah beliau dipecundangi oleh berbagai pihak dan berbagai kepentingan.. beliau seakan2 ditempatkan sebagai orang yg paling bersalah terhadap Program Recovery yg telah beliau perjuangkan…

    Tidak ada kata yg bisa saya ungkapkan selain terus bersemangat menghadapi apa yg harus kalian hadapi sekarang… dan juga buat rekans saya GAP 12 yg video dan kasusnya akan kembali diungkit, semoga tetap diberikan ketabahan dan semoga semua cepat terlewati……

    Mohon maaf skali lagi kepada kakak2 sekalian kalau ungkapan kesedihan saya ini terlalu panjang dan berantakan.. soalnya kepada siapa lagi saya dpt bercerita kalau tidak kepada para senior2 saya…. dan mohon maaf juga kalo saya hanya sebagai partisipan pasif Milis ini.
    thx

    – Adi K, DKI 12 -”

    Saya tahu bahwa penulis ini pernah masuk ke blog ini dan memberi comment. Jadi di bawah ini saya tujukan kepada dia.

    OK, jadi wajah anda termasuk dalam video yang sering disiarkan oleh SCTV. Video Pemberian Lencana anda bilang? Saya yakin, karena anda menyinggung tentang “sedikit berupaya menghapus dosa2 masa lalu…” jadi saya menyimpulkan anda adalah salah satu subyek, dan bukan obyek yang ada di video tersebut.

    Pertanyaan saya, singkat saja: APA MANFAAT MELAKUKAN PEMUKULAN-PEMUKULAN ITU PADA PENDIDIKAN DAN APAKAH ADA MANFAATNYA PADA KARIR ANDA SELANJUTNYA? APAKAH ANDA MENYANGKA MASYARAKAT, KAMI, ADALAH TUKANG PUKUL, PREMAN SEMUA, SEHINGGA ANDA MEWAJIBKAN REKAN-REKAN, ADIK ANGKATAN UNTUK BERLATIH KEBAL PUKULAN??????????????????? Tolong dijawab.

    Semoga yang dimaksud mau menjawab mas. Dan semoga ada langkah terbaik menuju pembebasan pendidikan indonesia dari rantai pembodohan.

  15. Bagus bgt om. The wise man at the right moment. Saya suka. Kadang sesuatu yang instan bukan mempermudah malah mempersulit di kemudian hari.

  16. apa yang terjadi di ipdn,cma para praja ja yang tau.
    bukanx mreka tu2p mulut spt kata orang2 yang bilang praja melakukan aksi tu2p mulut.tp buat pa banyak omong,klo ntar diberitakan laen.yang tau bagaimana kehidupan disana ya mreka sndiri.mreka sdah usaha semaksumal mungkin,jd tlnglah dukung mreka.itu hanya oknum,tdk smuax bgtu.
    makasih.


    Dukungan memang bermacam bentuknya, namun lebih arif kita mendukung tanpa merusak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: