Kapal Sungai (Transportasi Dengan Pemandangan Sampah?)


Sebuah alternatif sarana taransportasi baru muncul di Jakarta. Tiga dermaga berukuran 1×1 meter dan dilengkapi dengan tangga besi yang berputar dua kali untuk turun ke sungai muncul di Halimun, Dukuh Atas dan Tanah Abang. Ya, kini transportasi melalui aliran sungai muncul di Jakarta. Gubernur Jakarta Sutiyoso telah meresmikan angkutan sungai pada tanggal 6 Juni 2007 yang lalu. Salut Bang Yos!!!

Angkutan sungai ini meniru apa yang sudah dilakukan oleh negara-negara yang dilalui pleh banyak sungai. Salah satu contohnya adalah taksi sungai yang beroperasi di sungai Chao Phraya, Bangkok, Thailand. Atau angkutan sungai yang terdapat di kota Venesia, Italia.

Angkutan sungai ini direncanakan akan beroperasi setiap pagi mulai pukul 07.00-09.00 dan sore hari 16.00-18.00. Menurut pemikran saya, banyak permasalahan di ibu kota negara kita ini yang dapat sedikit demi sedikit tereduksi. Setidaknya ada dua permasalahan yang terkena imbas langsung yaitu masalah kemacetan yang melanda kota Jakarta serta permasalahan sampah yang seringkali mencemari sungai-sungai di Jakarta (lihat gambar, foto oleh Indra). Yang kemudian turunannya akan mengurangi dampak bencana banjir.

Transportasi sungai ini nampaknya memang ditujukan untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di kota Jakarta, namun transportasi melalui aliran sungai ini akan terhambat melihat fenomena keberadaan sampah di atas sungai dan penyempitan sungai yang sudah akut di Jakarta. Benar! Transportasi model ini hanya akan dinikmati oleh segelintir penduduk Jakarta yang kebetulan di lalui oleh aliran sungai banjir kanal barat dan nantinya aliran sungai banjir kanal timur. Bagaimana dengan Jakarta Selatan yang notabene merupakan daerah rawan kemacetan tersebut.

Memang semenjak kapal sungai mulai di cetuskan, saya melihat bahwa aliran sungai bajir kanal barat terlihat lebih bersih meski masih berwarna coklat pekat. Pemerintah nampaknya sudah mengantisipasi terganggunya aktifitas transportasi sungai oleh sampah. Namun akan sampai berapa lama? Kesadaran masyarakat dan tentunya dengan peraturan pemerintah yang disertai pelaksanaan secara terkontrol tentu akan berakibat baik bagi model transportasi baru ini.

Sebuah pekerjaan tambahan untuk bang Yos sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta. Semoga saja sarana transportasi menggunakan aliran sungai sebagai medianya ini tidak menimbulkan permasalahan baru lagi seperti TransJakarta yang oleh sebagian penduduk Jakarta malah dianggap sebagai biang kemacetan. Harapannya, kota Jakarta menjadi ibu kota negara yang megapolitan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungannya.

Selamat buat warga Jakarta, dan selamat bekerja kembali buat pemerintah kota Jakarta! Dan semoga pula, judul yang terdapat dalam tulisan ini hanya jadi judul-judulan belaka.

Satu Tanggapan

  1. Semoga Jakarta bisa terus bebenah kalaumau disejajarkan sebagai kota dengan kelas dunia.. perlu partisipasi aktif juga dari para penghuninya..😉

    Betul mas, regulasi tanpa kepedulian warga ngga ada artinya. Pembangunan tanpa peran masyarakat cuma jadi onggokan situs tak bermakna!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: