Menit Terakhir (Indonesia Kalah!)


Menit terakhir dan akhirnya gagal total!

Indonesia akhirnya harus mengakui secara empiris kalau tim sepakbola Arab Saudi lebih baik daripada timnas kita. Ya secara permainan, teknik, stamina kita kalah oleh Arab Saudi. Dan pada menit terakhir, secara otentik kita mengakui keunggulan tim Arab Saudi dengan skor 1 -2 . Menyakitkan memang, kalah di menit terakhir. Namun itulah yang terjadi, saat pemain kita kehabisan tenaga dan konsentrasi, gawang Yandri Pitoy harus bobol untuk kedua kalinya.

Lagi-lagi sundulan

Gol pertama Arab Saudi dicetak oleh Y.A. Kahtani pada menit ke 12 lewat sundulan kepala, gol ini menunjukkan kelemahan mendasar masalah postur tubuh pemain Indonesia. Ellie Aiboy sempat mengancam gawang Arab Saudi setelah memanfaatkan tendangan bebas Budi Sudarsono, sayang tendangannya terlalu melebar.

Aiboy akhirnya mencetak gol di menit ke 17 lewat sebuah aksi menipu kiper dan seorang pemain belakang Arab Saudi. Setelah terjadi perebutan bola, Syamsul Chaeruddin memberikan umpan terobosan ke depan yang mengarah kepada Ellie, dengan gerakan menipu akhirnya Ellie berhasil menyamakan kedudukan.

Bencana itu terjadi ketika pertandingan tinggal menyisakan 1 menit waktu tambahan, pemain pengganti S.A. Harthi memanfaatkan tendangan bebas yang mengarah padanya dan mencetak gol (lagi-lagi!) dengan sundulan. Kelengahan penjagaan menjadi kunci terciptanya gol ini.

Kolev Harus Berbenah!!!

Masih ada satu pertandingan lagi melawan Korea Selatan, namun nampaknya kita harus sedikit mengubur mimpi melihat Indonesia melangkah ke perempat final. Bukan pesimis, namun realistis. Walau kata orang bola itu bundar, kejutan memang mungkin dapat terjadi, namun kita harus melihat bahwa kecepatan yang menjadi andalan tim Indonesia dapat dilalui oleh kecepatan yang juga menjadi andalan Korea Selatan.

Fisik, postur tubuh, stamina, teknik dan kecepatan kita kalah jauh dibanding Korea Selatan ( mungkin hanya kekuatan metafisika yang mampu menyelamatkan Indonesia hehehe… ). Kolev harus lebih berani menunjuk pemain non inti untuk bermain lebih awal. Kelelahan Ellie Aiboy, Firman Utina sampai Syamsul membawa malapetaka ketika melawan Arab Saudi. Pemain pengganti Atep dan Ismed Sofyan belum mampu beradaptasi namun harus mandapat beban tekanan menit-menit akhir. Pelanggaran Ismed Sofyan yang tidak perlu sehingga terjadi gol menunjukkan hal tersebut.

Peluang Masih Ada

Melawan Korea Selatan, masih ada peluang. Kesempatan itu masih ada, asalkan kita mampu mengalahkan diri sendiri akibat kekalahan melawan Arab Saudi dan berharap sedikit keberuntungan. Majulah Indonesia ku, Terbanglah Garudaku, kutunggu kemenanganmu tim sepakbola Indonesia!!!!!

Gambar dari sini dan sini.

2 Tanggapan

  1. http://anangku.blogspot.com/2007/07/indonesia-kalah-tragis.html

    ga tau nih comment, mau aku kategorikan spam, tapi … hehehe…

  2. Hidup Indonesia….

    Mudah-mudahan Korea bisa digulung, ditekuk, dan dibuang dari peredaran piala asia 2007.

    semoga saja bos!, nonton ga besok?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: