Analisa Pertandingan : Indonesia vs Syria – Leg 2


Setelah kalah memalukan 1-4 dari Syria di Stasion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, timnas sepakbola Indonesia kembali akan berhadapan dengan timnas sepakbola Syria di leg 2 babak kedua pra Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Pertandingan akan digelar pada hari minggu 18 November 2007, di Damaskus, Syria.

Indonesia akan menurunkan tim u-23 yang dipersiapkan untuk Sea Games Thailand yang akan digelar awal Desember tahun ini. Penunjukan tim u-23 mewakili Indonesia ini cukup mengejutkan saya, nampaknya Indonesia sudah mengibarkan bendera putih di ajang pra Piala Dunia. Namun sekali lagi, bukan berarti peluang Indonesia sudah tertutup rapat. PSSI yang pada tahun 90-an pernah mencanangkan Indonesia menuju Piala Dunia 2010 nampaknya harus menelan ludah mereka kembali.

Review Leg 1

Laga pertama kemarin seharusnya menjadi pengalaman berharga bagi pemain Indonesia dalam menghadapi Syria nanti. Keunggulan Syria ada pada postur tubuh, sedangkan kelemahan pemain Indonesia ada pada penggalangan organisasi permainan dan stamina.

Permainan Syria pada pertandingan pertama yang lalu sebenarnya sangat monoton, mereka menyerang dengan cepat setelah tertekan untuk melakukan serangan balik. Kedua pemain sayap Syria menjadi nadi bagi proses serangan mereka. Bola yang berada di tengah akan disodorkan ke samping untuk kemudian melakukan umpan mendatar ke tengah lagi.

Sayangnya, proses serangan Syria yang monoton itu tidak mampu ditutupi oleh pemain-pemain belakang Indonesia. Kelemahan Indonesia terlihat sekali berada di bek kiri. Mahyadi Panggabean dan penggantinya Fandy Mochtar tidak mampu menghalangi laju pemain sayap Syria, bahkan entah apa yang terjadi, Fandy Mochtar sering terlihat tidak berlari meskipun mendapat serangan dari posisinya padahal Fandy pun tidak pernah berani melakukan overlap untuk membantu penyerangan. Stamina tampaknya harus dibenahi.

Serangan Indonesia cukup menjanjikan dengan kehadiran penyerang sayap yang lincah seperti Budi Sudarsono dan Ian Kabes, akan tetapi proses penyelesaian akhirnya masih sangat lemah. Tim Indonesia bisa meniru gaya Syria dengan melakukan serangan lewat sayap yang diakhiri dengan umpan mendatar, bukan umpan lambung karena kalahnya postur tubuh pemain Indonesia.

Analisa Pertandingan

Tim u-23 Indonesia sempat bertanding melawan tim u-23 Syria pada pertandingan kualifikasi Asian Games 2006. Pada pertandingan tersebut Indonesia juga kalah 1-4. Gol Syria dicetak pada menit ke 2 dan 10 oleh Abdul Fattah Alaga, menit ke 16 oleh Maher Al Sayed pada menit ke 16 dan ditutup dengan gol Mohhamer Alhamwi pada menit ke 88, Indonesia sempat memperkecil ketinggalan pada menit 49 oleh Gery Nugraha. Dua pemain Indonesia diganjar kartu merah pada pertandingan itu, salah satunya pemain yang sekarang masih dibawa Fandy Mochtar. Indonesia yang diwakili oleh tim u-23 kali ini memang berbada jauh dengan tim u-23 yang pernah bertanding melawan tim u-23 Syria tersebut.

Lagi-lagi kelemahan pemain-pemain Indonesia pada penyelesaian akhir. Masalah stamina pada pertandingan ujicoba terakhir yang saya lihat ketika tim u-23 ini melawan tim u-20 Argentina tampaknya sudah cukup baik dan tidak mengalami masalah. Masalah mental lah yang menjadi fokus perhatian Ivan kolev sebenarnya. Kekalahan di Doha dan di Senayan dapat menjadi pemicu melemahnya kepercayaan diri pemain-pemain Indonesia.

Kalau Indonesia masih berharap terus melaju dari babak pra kualifikasi Piala Dunia 2010 ini, sebaiknya strategi menyerang harus diterapkan. Sekaligus menguji ketajaman para pemain dalam mencetak gol, karena selama ini fokus utama adalah pertahanan. Kalah berapapun tidak akan mempengaruhi hasil Indonesia di pra kualifikasi Piala Dunia ini.

Menurut analisa saya, akan terjadi banyak gol pada pertandingan kali ini. Entah Indonesia menang telak atau Indonesia menjadi lumbung gol bagi tim Syria. Jelas ekspetasi saya menginginkan Indonesia melaju ke babak berikutnya, dan saya juga yakin banyak pecinta sepakbola Indonesia yang punya harapan yang sama dengan saya. Kita tinggal berharap, semua ada di tangan pemain-pemain muda kita dan racikan strategi pelatih Ivan Kolev.

Prakiraan Susunan Pemain
Indonesia
Dian Agus -Pelita Jaya- (K), M Robby -Persija-, Achmad Jufriyanto -Persita-, Richardo Salampessy -Persipura-, Fandy Mochtar -Persiter- (B), Eka Ramdani -Persib-, Immanuel Wanggai -Persipura-, Atep -Persija- (T), Corneles Geddy -PSAU-, Ian Kabes -Persipura-, Airlangga Sucipto -Deltras- (D)

Syria
Musab Balhous (K), Ali Dyab, Bakri Tarab, Bwrhan Sahiwni, Khaled Al Baba, (B), Mootassem Alaya, Firas Issmael, Aatef Jenyat, Jehad Al Hussein (T), Zyad Chaabo , Abdul Fattah Alaga (D)

 

 

Asal Gambar :
Piala Dunia 2010
Jehad Al Houssain (Syria) berebut bola dengan Imam Rohmawan (Indonesia)

4 Tanggapan

  1. analisa terus! sekali kali, maen donk…
    😆

    *liar perut masIndra*

    *ngakak*

    maen apa, engklek? lha piye perut dah membuncit, takut perutku ketendang dikira bola…huasem! !

  2. […] Saran dan Cemoohan Analisa Pertandingan : Indonesia vs Syria – Leg 2 […]

  3. […] ke dalam jala Indonesia. Skor akhirnya menjadi sungguh fantastis, 7-0!!! Hah! prediksi saya dalam tulisan menjelang pertandingan ini akhirnya terwujud, banyak gol tercipta dalam pertandingan ini… Indonesia menjadi lumbung gol bagi […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: