Mengintip Putri Mandi


Kalau tidak ada aral melintang, malam nanti saya akan pulang ke rumah pak dan mbok saya di Jogja. Ada tugas mulia yang harus saya selesaikan disana…bukan begitu cinta? Kalau inget Jogja saya selalu teringat sebuah tempat, bukan Malioboro (yang semakin lama semakin kumuh!), tapi sebuah situs jaman bahola yang sangat menarik…Tamansari!

Kenapa Tamansari
Tamansari1

Tamansari setahu saya yang sudah 23 tahunan jadi warga Jogja dulu adalah sebuah tempat pesanggrahan bagi Sultan Jogja dan keluarganya. Beberapa situs yang saya kunjungi menyebutkan bahwa Tamansari dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I atau diakhir abad 17, cukup tua kan. Kalau anda pernah ke Jogja dan pernah ke pasar burung Ngasem, letak Tamansari ini berada di belakangnya, atau sekitar 1 km sebelah selatan Kraton Jogjakarta.

Tamansari memang banyak sudah terlihat tidak terawat sehingga kehilangan keasrian aslinya, hanya bagian-bagian tertentu saja yang masih terlihat indah dan menakjubkan untuk dilihat dan dikunjungi, salah satunya adalah pemandiannya. Saya sering senyum-senyum sendiri kalau teringat celoteh pemandu yang menceritakan segala detil apa dan fungsi yang ada di lokasi pemandian Tamansari itu.

Putri Mandi
tamansblog2.jpg

Dulu, menurut pitutur pemandu yang mendampingi saya, tempat ini digunakan untuk mandi para istri, selir dan dayang-dayang raja. Mengingat tempatnya yang sangat terbuka, saya jadi bertanya-tanya,,, apa ngga malu ya para perempuan itu mandi disini (tapi memang jaman dahulu kala kamar mandi ga seperti sekarang ya…). Kolam yang dipakai untuk mandi para putri-putri itu cukup besar dan terdiri dari kalau ga salah tiga bagian yang dipisahkan oleh sebuah bangunan tiga lantai. dua di depan dan satu dibelakang.

Ketika pemandu itu mulai menjelaskan detail bangunan berlantai tiga tersebut saya mulai senyum-senyum kecil (dan raut muka saya pasti merona…halah). Bangunan tersebut (katanya) dipakai oleh raja Jogja jaman dahulu untuk melihat putri-putri mandi…hwaladalah. Apa ngga malu ya para putri itu mandi sambil dipelototi mata laki-laki, dan yang jadi pertanyaan, ngapain sih ngeliatin putri-putri mandi. Bayangin saja, jaman bahola kan istri dan selir raja banyak sekali. Melihat putri-putri (pasti cantik dan putih-putih) yang jumlahnya puluhan itu mandi, wah pasti mata kita sedang dimanjakan sekali ya…

Tanpa semua cerita itupun, Tamansari tetap menarik kok untuk dikunjungi. Bangunan-bangunan yang merepresentasikan Jogja dahulu kala dapat terlihat disini. Tapi sedikit kritik untuk pengelola Tamansari, mbok ya peta yang ada di depan pintu masuk pemandian Tamansari itu di update dan diganti yang lebih eye catching, jadi orang juga enak ngeliatnya dan tertarik untuk menelusui setiap detail bangunan. Bagi yang berminat boleh ikut saya pulang ke Jogja nanti, sambil membayangkan enaknya jadi raja melihat para putri mandi…hehehe.

Foto-foto: Milik MasIndra Pribadi

3 Tanggapan

  1. chiattttttttttt jangan lupa scrinsyut putri mandinya yah
    wakkakakkaka
    *pokonya harus ada*
    wakkakakak

    hehehe…cari aja di google om, keywordnya ngintip mandi…pasti banyak wekekeke…

  2. Sayangnya, situs tamansari ini menyatu dengan rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Seandainya bisa dilakukan penataan dan restorasi sehingga kembali seperti bentuk aslinya, tentunya dengan tetap memperhatikan hak-hak penghuni rumah-rumah di sekitarnya, niscaya akan menjadi obyek wisata yang sangat menarik. Eh, sewaktu kesana dulu, arnya pas nggak ada tuh, terus gimana para putrinya mandi?

    Betul itu om, pernah kesana atau asli jogja nih…memang jadi pemandangan mengganggu tuh, cuma memang harus gmn lagi. Kayaknya budaya gusur-menggusur di jogja ga ada tuh. Putrinya? Wekekeke…

  3. duh baru denger aja …kapan-kapan coba berkunjung ah…

    Silahkan berkunjung….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: