Ngga jelas, jangan dibaca!


Percaya mengandung fatalisme, karena berpijak semata-mata kepada: sedikit nalar banyak ngawur dan didominasi oleh latar emosionil, hubungan, ikatan tertentu. Hmmm… benarkah seperti itu?

Menurut saya rasa percaya itu dibangun dengan logika dan pembuktian, hanya sekedar percaya berarti sama juga dengan pembodohan. Tapi kalau sudah ditanya sama cinta atau orang lain yang punya hubungan emosional tertentu, “apakah kamu percaya aku?” Jawabnya pasti cuma mesam-mesem, dan ngangguk-angguk kayak burung perkutut.

Ah mboh ah, saya ngga ngerti. Jangan nggonduk (kecewa) kalau baca tulisan ini ya, lha wong saya sudah kasih peringatan kok!

3 Tanggapan

  1. Setiap hari Ade mampir ke rumah mas indra ini, tapi postingan pagi ini memang lucu banget… gak jelas yah mas?

    -Ade-

    Wah makasih…iya nih de, ADe tau ngga makna percaya itu sebenarnya apa, aku bingung…

  2. Percaya itu tidak menaruh curiga, tidak menaruh prasangka…

    ** yang lagi sok serius …**

    -Ade-

    -blind faith?-

  3. jawaban klise karena pertanyaannya juga klise..

    klise kan palstik buat nyetak foto itu kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: