Nasibmu Wasit Liga Indonesia


Beberapa lama saya tidak curhat lewat blog saya, karena tersitanya waktu menjelang pernikahan dan pasca pernikahan saya. Maafkan saya ya hehehe… Namun kok tangan saya rasanya gatal untuk menulis perasaan saya ketika melihat kondisi yang terjadi dalam babak 8 besar Liga Indonesia kemaren. Lagi-lagi wasit menjadi kambing hitam dalam kerusuhan pertandingan sepakbola di Indonesia.

Mencermati kinerja wasit yang memimpin babak 8 besar Liga Indonesia 2007-2008 sungguh memprihatinkan. Beberapa kejadian patut digarisbawahi dalam menilai kinerja wasit tersebut, kejadian kerusuhan penonton di Kediri setelah pertandingan antara Persiwa Wamena dengan Arema Malang, lalu keesokan harinya terjadi lagi, kali ini tidak melibatkan penonton namun terjadi diantara pemain dan official tim yang bertanding (Persija Jakarta dan Persik Kediri). Semua kejadian tersebut bermula karena ketidakpuasan dan ketidakpercayaan terhadap keputusan sang pengadil pertandingan sepakbola tersebut.

Wasit bukan Manusia Setengah Dewa
Berat memang menjadi pengadil dalam sebuah pertandingan sepakbola, wasit dapat dikategorikan memiliki kewenangan seperti hakim dalam sebuah persidangan. Kedua-duanya mempunyai unsur subyektifitas yang tinggi meskipun tetap mempertimbangkan fakta-fakta yang terjadi. Perasaan dan suasana hati sang wasit pada saat pertandingan turut mempengaruhi kinerjanya menjadi pengadil dalam pertandingan sepakbola. Wasit tetaplah manusia, yang kadangkala harus mengalami suatu kondisi yang dinamakan salah.

Namun melihat dan mengamati apa yang terjadi dalam pertandingan babak 8 besar Liga Indonesia ( Persiwa vs Arema dan Persik vs Persija), peran wasit dalam memicu kericuhan dalam pertandingan tersebut memang sangat besar. 3 gol Arema yang dianulir oleh wasit pada pertandingan antara Persiwa vs Arema, dan disahkannya gol Christian ” El Loco” Gonzales serta waktu pertandingan yang dikebiri pada pertandingan Persik vs Persija jelas merupakan faktor yang harus menjadi titik evaluasi kinerja wasit. Salah satu kali masih wajar, namun kesalahan fatal yang diulangi menjelaskan kekurangakuratan dan ketidakmampuan wasit dalam memimpin pertandingan.

Pembenahan Kinerja Wasit
Beberapa poin penting yang saya anggap perlu menjadi bahan pembenahan bagi kinerja wasit adalah faktor mental, fisik dan pemahaman terhadap aturan sepakbola. Mengapa faktor mental saya letakkan di awal? Hal ini sesuai kultur penonton dan pemain di Indonesia yang cenderung tidak percaya terhadap kepemimpinan wasit dan mengutamakan kekerasan dalam menyikapi kinerja wasit. Lalu yang kedua adalah fisik, wasit dituntut harus selalu dekat dengan bola sehingga mampu memberi keputusan yang tepat. Lalu yang terakhir adalah maslah regulasi atau aturan, bagaimana seorang pemain dianggap melanggar aturan. Beberapa kali saya melihat wasit salah mengamati pemain yang offside, entah akibat kelemahan mental, fisik atau memang tidak mengerti dengan aturan-aturan dalam sepakbola.

Sebagai bagian dari pecinta sepakbola Indonesia, saya ingin sedikit memberikan wacana demi majunya sepakbola Indonesia. Sekali lagi perlu ditanamkan pemahaman bahwa wasit itu tetaplah manusia yang tidak lepas dari salah dan kesalahan, namun kesalahan itu dapat dieliminir dengan pengembangan mental, fisik dan pemahaman terhadap peraturan-peraturan yang berlaku dalam sepakbola. O ya, nanti ada pertandingan penting memperebutkan posisi semifinal, antara Persija vs Persipura dan Persik vs Deltras, mari kita sama-sama melihat pertandingan dan kinerja wasit. Semoga saja tidak terjadi insiden-insiden yang tidak perlu dalam sepakbola Indonesia.

Gambar:
Pierluigi Collina – http://www.detiksport.com/content_images/content/2007/07/07/71/PierluigiColina-AFP-ko.jpg

3 Tanggapan

  1. lha bang indra nikah?? kok ga ada undangan iks.. wooo wasit ga usah diurus bang.. tapi sayah kok ga dikasih tau??😦

  2. weh! potone Colline jek!
    *OOT Tak terkira*

    i luv Collinaaa…

  3. ya ialah pak2 dah gede kok pada kayak gtu?
    pa kata dunia???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: