TIMNAS Sepakbola Indonesia, Minim Inovasi!!!


Putaran Final Piala AFF 2008 sudah berlangsung di Indonesia dan Thailand sejak tanggal 5 Desember 2008 yang lalu. Indonesia sendiri sudah melakoni dua pertandingan dengan hasil yang menggembirakan, kemenangan atas Myanmar 3-0 (Budi, Firman, Bambang) membuktikan kualitas Indonesia masih diatas Myanmar, kemenangan 4-0 atas Kamboja (Budi, Bambang) meskipun bermain sangat buruk (menurut saya) juga sudah mengantarkan Indonesia melaju ke semifinal.

Sangat wajar apabila kita bergembira dengan dua hasil pertandingan tersebut, namun kita tidak boleh lengah dengan euforia kemenangan. Hasil tersebut masih harus buktikan malam nanti ketika menghadapi Singapura. Menang berarti kita menjadi juara Grup!!

Timnas Minim Inovasi

Mengapa saya menulis seperti itu? Kita flashback ke pertandingan sebelumnya. Di bawah kepelatihan Om Benny Dollo, pemain inti yang diturunkan setiap pertandingan melulu itu-itu saja (Markus, Ismed, Roby, Charis, Isnan, Ilham, Firman, Ponaryo, Arif Suyono, Bambang, Budi) kecuali apabila ada pemain yang cedera atau terkena sanksi. Pergantian pemain pun jarang terjadi pada suatu pertandingan, kalaupun ada, terjadi di menit-menit akhir babak kedua. Pun terjadi pada Piala AFF 2008 kali ini.

Waspada, permainan tim Indonesia akan mudah ditebak! Padahal di timnas masih ada pemain lain yang secara kualitas tidak lebih buruk dari pemain inti. Mengapa Bendol tidak berani menurunkan mereka? Apakah karena takut merusak permainan? Padahal menurut saya permainan akan rusak karena taktik sudah mudah ditebak dan kejenuhan akibat menggunakan metode itu-itu saja.

Kita lihat permainan Indonesia melawan Kamboja kemarin, permainan tidak berkembang dan cenderung monoton meski kita menang telak. Pemain cenderung meremehkan dan bermain tidak semangat, sehingga gol yang seharusnya banyak tercipta hanya terjadi empat kali. Coba saja kalau diturunkan pemain yang masih punya motivasi tinggi seperti Erol, Aiboy, Syamsul, Nova, Mochtar, bahkan mungkin Musafri, tentu hasilnya akan lain.

Tapi ya sudahlah, mungkin itu hak prerogatif pelatih untuk menentukan pemain mana saja yang akan bermain. Namun disini wajib diingatkan, ketika Ivan Kolev menjadi pelatih di Piala Asia 2007, awalnya permainan begitu menggigit namun grafik itu terus menurun akibat ketidakberanian Kolev berinovasi dengan menggunakan pemain itu-itu saja.

Waspadalah Om Bendol!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: