Akhir Indonesia di AFF Suzuki Cup 2008 : Kalah 1-2 vs Thailand


Kalau ada pepatah yang mengatakan “berjuang tanpa kenal lelah”, timnas Indonesia dalam semifinal leg-2 menghadapi Thailand di Bangkok kemarin mengusung sebuah slogan “berjuang dalam lelah dan kepayahan”.

Indonesia kembali takluk dari Thailand 1-2 dalam babak semifinal leg-2 yang berlangsung di stadion Rajamangala, Bangkok, kemarin. Indonesia memimpin terlebih dahulu akibat gol bunuh diri pemain Thailand, Chonlatit Jantakam, pada menit ke-9. Gol ini berawal dari sepak pojok Ismed Sofyan yang mengarah ke Nova Arianto, kesalahan bek Thailand dalam mengantisipasi datangnya bola, berbuah skor 1-0 untuk Indonesia.

Benny Dollo membuat kejutan dengan susunan pemain yang sangat berbeda dari babak penyisihan grup. Pola 3-5-2 diterapakan dengan memasukkan pemain yang jarang diturunkan seperti Nova, Syamsul dan Musafri. Strategi ini terbukti mampu mengubah gaya bermain Indonesia. Meskipun cenderung bertahan, namun pemain Thailand tampak tidak siap dengan tekanan pemain Indonesia yang selalu ada sejak lapangan tengah permainan.

Kembali, Benny Dollo melakukan blunder!

Kemenangan sementara Indonesia di kandang Thailand akhirnya kandas ketika pada menit ke-73, pemain andalan Thailand, Teerathep Winothai, membobol gawang Indonesia yang dijaga Markus Horison. Thailand menambah golnya pada menit ke-89 dari pemain pengganti, Ronnachai Rangsiyo. Kedua gol tersebut terlihat akibat hilangnya konsentrasi dan kelelahan pemain Indonesia.

Sejak menit ke-60, kelelahan pemain-pemain Indonesia sudah nampak. Penjagaan dari tengah lapangan yang diterapkan menguras tenaga pemain Indonesia. Dua kali, Charis Yulianto melakukan blunder, untung saja gawang Indonesia tidak kebobolan kala itu. Lagi-lagi, Bendol tak mampu melihat itu. Ketakutan dan ketidak percayaan Bendol terhadap pemain, membuat dirinya hati-hati dan takut melakukan pergantian pemain. Bambang yang dimasukkan menggantikan Budi memang tepat, Budi gagal memanfaatkan beberapa peluang yang diperolehnya, namun Charis yang sudah kelelahan dan kehilangan konsentrasi kenapa tidak diganti???

Setelah Thailand mampu menyamakan kedudukan, barulah Bendol memasukkan Irsyad Aras dan Arif Suyono dimasukkan, terlambat!!! Thailand sudah mengusai jalannya pertandingan bahkan sejak awal, dengan kedudukan draw, Thailand lebih banyak memainkan ball possesion. irsyad dan Suyono menjadi terlihat tidak berguna disini.

Sebenarnya saya sudah malas menulis tentan timnas Indonesia di AFF Cup 2008 ini, karena mosi ketidakpercayaan saya pada Benny Dollo. Namun karena kecintaan saya pada sepakbola Indonesia lah yang mendorong saya untuk terus melakukan kritikan dan menulis hasil pengamatan saya. Meskipun saya bukan pemain bola ataupun pelatih sepakbola.

Om Bendol, kalau anda masih yakin mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik, teruskanlah. Namun kalau melihat strategi dan pengamatan anda terhadap pemain, saya sarankan berhentilah. Dan untuk PSSI (baca : BTN) saya juga memberikan usulan pecatlah Benny Dollo!

12 Tanggapan

  1. Bung, terusterang saya kurang sepakat dengan anda, yang salah itu bukan bendol nya, tapi memang mental pemain kita aja yang tempe… Bendol itu pelatih yang bagus menurut saya… sementara itu, untuk skill dan teknik, saya pikir timnas masih menang jauh di atas pemain thailand. Tentu anda masih ingat ga waktu persipura dipegang sama rahmat darmawan, ketika itu di final mereka ketemu sama persija, yang kalau tidak salah memasang 6 pemain asing, dan sisanya pemain-pemain lokal termahal. ditambah lagi persija ketika itu memakai pemain asing. Tapi toh yang menang akhirnya persipura, 2-0 untuk persipura. dan secara keseluruhan Persipura menguasai jalannya pertandingan secara mutlak. INi bukan sekedar bakat alam atau skill, tapi “mental”. Mental orang persipura itu keras, nggak gentar sama persija yang notabene pake pelatih asing dan pemain asing yang nilai transfernya mahal semua.
    sedang di timnas yang kemaren diturunkan ga ada pemain persipuranya. Yang ada cuma pemain berdarah melayu, yang mentalnya lemah.. orang Melayu itu gampang ngedown. kalau udah jatuh mentalnya, ya udah lupa semua sama skill, teknik yang sudah melekat pada diri mereka.
    itu semua orang tahu.. yang mengalahkan itu sebenarnya bukan timnas thailand, tapi mereka sebenarnya dikalahkan oleh diri mereka sendiri. Skill, teknik dan pengalaman, timnas jelas jauh di atas thailand.. semua orang juga tahu.. itu kelihatan dari mainnya. tapi percuma mereka yang dilatihannya bagus2, tapi ketika pertandingan yang sebenarnya mereka selalu kalah, dikalahkan oleh diri mereka sendiri.
    jadi saya pikir, pertimbangkanlah untuk menarik sebanyak mungkin orang papua ke dalam timnas, atau kalau perlu persipura itu kita setting aja jadi timnas. Lalu kita cari pelatih yang bagus. Saya yakin bila demikian, maka kita akan menjadi yang terkuat di Asia, asal pelatihnya bagus aja… percayalah.. problemnya bukan pada pelatih bendol, tapi justru pada diri pemain itu sendiri, selama yang dipake itu masih orang-orang melayu juga [jawa, sunda, sumatera dan seterusnya] kita tidak akan pernah menjadi tim bagus, jangankan untuk level asia, untuk asia tenggara aja kita akan dipencundangi sama tim2 sekelas thailand atau pun vietnam, sekali pun kita dilatih oleh Fabio Capello sekali pun.. Saya juga orang melayu, tapi saya sadar, bahwa untuk hal-hal yang bersifat fight, orang Melayu tidak begitu bagus, mental mereka gampang jatuh, terlalu mudah menyerah… beda sama orang-orang bagian timur sana, seperti papua atau pun ambon, selain fisik yang bagus mereka juga punya bakat alam yang juga bagus… itu saja bung, terimakasih…

  2. KCEWA POOOLLLLLLL

  3. kalian semua bisa nya cuma nyalahin ya bunk .!!
    ga liat apa ??
    mereka semua udah berjuang mati2an .
    apa kalian ga liat perjuangan mereka selama 90 menit !!
    mereka mengerahkan segala kekuatan untuk apa coba ??
    untuk timnas bung !
    untuk merah-putih !!

    kalian tau nya cuma menang , tapi kalian ga pernah mau tau bagaimana kondisi di lapangan !
    kalian tau , main dikandang lawan rasanya seperti apa ??
    tertekan bunk , bukan cuma dari segi permainan .
    tapi wasit , suporter bahkan hawa di stadion pun seolah2 menekan mereka !!

    jadi gue saranin deh bunk .
    kalian kaloo kasih cumment pake mikir dulu ..
    jangan asal ngomong !!
    biar bagaimanapun mereka tetap layak kita hormati .
    perjuangan mereka layak kita acungi jempol .
    mereka adalah phawan merah-putih bunk. ,
    sedang kalian siapa ??
    udah ngelakuin apa buat negara ini ??
    bisa nya cuma ngomong !!!

  4. untuk fil23_dee!!!!
    Lu jgn banyak bacot ya!!! lu yang harusnya mikir kalomau bicara!! lu nonton ka ga!!!???
    Orng yg patut dihormati itu adalah orng yang bisa memberikan yg terbaik dari dirinya dari segi aspek , baik mental maupun dari segi lainnya!!!
    Kalo semua orang berpikir seperti anda!!! Kapan maju persepakbolaan indonesia!!! Kalo anda hanya berpikir itu aja udah cukup, gimana kita dapat hal yang lebih !!! Kitra harus mau melampaui keterbatasan, kita harus punya keinginan yang kuat!!! Untuk maju untuk meraih hal yang pada lazimnya tidak bisa kita raih!!!!
    Untuk Herman bakir , saya setuju dengan anda!!!!!!

  5. Saya sangat setuju dengan berita yang anda muat, walaupun saya bukan pemain atau pelatih bola, tapi secara mata awam kesalahan memang fatal dilakukan Bendol, menurut saya bermain bola bukan hanya mengandalkan skill individu saja, pemain timnas sebenarnya sudah baik, tapi kita harus ingat sepak bola adalah permainan tim, pelatih adalah sutradara nya, pelatih jangan hanya bisa marah-marah di pinggir lapangan saja, kalau saya terus terang baru lihat wajah Bendol udah pusing bagaimana pemain yang tiap hari harus tatap muka. kalau bendol dipecat saya sangat setuju, bahkan menurut saya sejak main di miyanmar udah kelihatan Bendol tidak mampu meramu pemain kita dengan baik, saya juga sama merasa seperti anda kalau anda malas menulis timnas, saya sudah enggan nonton timnas saat kalah di leg pertama di senayan, tapi saya sangat cinta timnas indonesia, jadi menang kalah saya tetap dukung timnas indonesia.

  6. ::jika melihat tingkat emosi pemain, saya kira itu sudah menunjukkan adanya rasa tidak percaya diri pemain pada individunya sendiri, jika menonton leg kedua kemarin, dimana umpan dan menerima umpan sama tidak akuratnya, kontrol bola hampir tidak dilakukan pemain, hal ini dengan jeli dibaca pemai thailand, yang memainkan gaya eropa, umpan kaki ke kaki, dan tidak segan-segan memundurkan bola lagi dengan mengumpan ke lini kedua, ini menyebabkan pemain kita kehabisan tenaga, dan hampir sepanjang babak kedua tidak ada pengawalan untuk mendekati bola yang dibawa pemain thailand, akibatnya pemain thailand memiliki ruang tendang yang bagus,
    kelelahan memang menimbulkan kontrol, jangankan terhadap bula, mungkin terhadap kaki sendiri saja sudah payah.
    Mungkin semboyan “berjuang tidak kenal lelah dan kepayahan ” harus dieliminir, sebab jika dilihat bahwa orang-orang di negara maju, mencari strategi agar pekerjaan menjadi sedrhana dan mudah, dengan demikian mereka mampu bekerja 18 jam sehari, lihat thailand dibabak kedua, dengan umpan-umpan menengah, jelas tenaga mereka tidak terkuras, sedangkan pemain kita yang sibuk menutup gerak bola dan tidak berusaha sama sekali untuk switch potition, akhirnya kelelahan sendiri.
    Acungan jempol buat Markus, yg saya kira cukup bagus trik menyakitkan dirinya disisi kepala, padahal tubrukan antar pemain kita itu tidak melibatkan kepala markus sama sekali…, jika pemain belakang dan lini kedua percaya pada markus, saya kira gerombolan pemain didepan gawang secara acak tersebut takkan terjadi, dan markus akan mudah menset arah pandangnya yang cukup akurat…

  7. tanpa bermaksud meremehkan.. mungkin untuk naikin mental.. Indonesia bikin kompetisi 4 negara yang pesertanya Indonesia. Myanmar, Kamboja, Filipina aja dulu deh..
    Yang kira2 bakal menang ajah..
    Itung2 latian dan bikin hepi gitu..

    http://sapadunia.wordpress.com/

  8. untuk bung fil23_dee, saya tidak hendak mengatakan bahwa apa yang timnas kemaren telah lakukan di AFF itu sebagai sesuatu yang tidak berharga… tapi kita harus bisa obyektif dong.. kalau memang sudah tidak mungkin lagi kenapa masih harus dipaksakan, kenapa kita tidak mencoba sesuatu yang baru… Kita harus berubah… Singapura aja dia beli pemain asing, sementara kita punya orang-orang papua yang notabene adalah orang Indonesia asli, sama seperti anda dan juga saya… Kalau kita berani mencoba, niscaya bola kita tidak akan pernah maju2, akan berkutat di level ASEAN terus-terusan… jadi ini semua demi Indonesia, untuk saya dan juga anda…

  9. catatan buat bung Zal, kenapa Markus bisa main bagus? Mudah saja, saat memperhatikan “tatapan matanya yang tajam”, ini bukan lantaran dia memiliki skill yang lebih baik dari pemain lainnya… menurut saya skillnya sedang-sedang saja, hanya saja, beliau bisa bermain tenang dan lepas, tidak grogian atau ketakutan [ngeper], itulah yang membuat dia bisa tampil meyakinkan dan tidak mengecewakan… jadi kembali lagi ke soal mental, kesimpulannya, Markus punya mental yang sangat baik untuk menjadi seorang pemain bola, berada jauh di atas pemain lainnya dari Timnas yang turun ketika itu…

  10. Jangan sampai Indonesia beli pemain luar!!!!! KIta masih punya banyak pemain!!!!
    Persoalan yang paling terlihat dari Timnas!!! Yaitu semangat juang!!!! Jadi kalo anda melihat Indonesia kalah dari Thailand dan bilang mereka sudahberjuang semampu mereka!!! Ato mereka pahlawan bangsa!!! Anda sama dengan bamci yang bermental tempe!!!! Gitu kok dibilang pahlawan!!! Gimana sih!!!!
    Maka makan aja tempe Kalian itu!!!!

  11. Buat kalian semua yang udah ngasik comment,smuanya bagus2 tu semua buat kemajuan Tim Merah-Putih kita.kita sangat senang dan bangga apabila timnas kita dapat memenangkan setiap pertandingan yang mereka lakoni. untuk penampilan Timnas pada piala AFF 2008 sudah cukup bagus.Jangan ada diantara kita saking menyalahkan.kita cuma manusia biasa yang tidak sempurna jadi harus intropeksi diri masing2.tidak kambing hitam dalam hal ini cuma kita harus berbenah diri dalam kubu maupun pelatih timnas.Fisik dan mental yang benar2 harus di persiapkan agar timnas kita mampu bersaing di kancaj Asia bila perlu di Eropa.Masalah skill kita tidak kalah dengan pemain negar lain yang harus di perhatikan adalah FISIK dan MENTAL pemain.

  12. WlaUpun KIta kalaH dari Thayland,Akhirnya lega kok,,,,
    toh habis itu thaYland juGa kalah amayg dya kalahin di penyisihan grouP……

    aku bnCi bgt thaYland…….sombong k-PD’an………………..
    akirnya kalah ididh atUT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: