Hasil Final Copa Indonesia 2009: Sriwijaya Juara, Persipura Tidak Dewasa!


Sebuah mimpi buruk bagi persepakbolaan Indonesia, final Copa Indonesia yang diawali sebuah pegelaran meriah harus berakhir dengan sikap tidak dewasa dalam sepakbola yang dilakukan pemain serta official Persipura Jayapura.

Menang atau kalah merupakan hal yang wajar dalam sebuah permainan sepakbola, namun tampaknya hal ini tidak bisa diterima dengan sikap dan perilaku yang masih kekanak-kanakan. Hal inilah yang terjadi pada partai puncak Copa Indonesia 2009, pemain dan official Persipura Jayapura masuk ke ruang ganti sebelum pertandingan usai. Terlepas dari benar atau salah wasit Purwanto yang tidak memberikan hadiah pinalti kepada Persipura, sikap protes berlebihan dan dilanjutkan dengan walk out oleh para pemain dan official Persipura mencoreng sepakbola Indonesia.

Inilah potret buruk sepakbola Indonesia, sponsor Copa Indonesia yang kali ini diwakili oleh perusahaan rokok Dji Sam Soe pantas kecewa dengan akhir anti klimaks ini. Dari awal komitmen Dji Sam Soe dalam memberikan support kepada sepakbola Indonesia harus diacungi jempol, sepakbola digabungkan dengan sebuah program hiburan menyuguhkan tontanan menarik dalam setiap pegelaran Copa Indonesia. Namun inilah resiko menjadi sponsor sepakbola Indonesia, harus siap gigit jari dengan perilaku elemen-elemen dalam sepakbola.

Jalannya Pertandingan Final Copa Indonesia 2009

Pertandingan terlihat akan menarik melihat kemasan hiburan yang dilakukan panitia penyelenggara final Copa Indonesia 2009, apalagi didukung dengan latar belakang tim yang akan bertanding yaitu juara bertahan Sriwijaya FC dan juara Liga Indonesia 2009 Persipura Jayapura.

Babak pertama memang berlangsung sangat sengit, pertandingan dengan menampilkan teknik dan semangat tinggi meski dibumbui beberapa pelanggaran keras masih tetap enak untuk ditonton karena sikap fair play masih dijunjung tinggi. Serangan antar kedua kubu memang belum ada yang benar-benar mengancam masing-masing gawang kedua tim, namun serangan silih berganti tetap membuat degup jantung kedua kubu suporter berdetak kencang.

Pada babak kedua permainan berlangsung semakin menarik, pada menit ke 60, sebuah umpan lambung dari sisi kanan pertahanan Persipura yang dilakukan oleh Nasuha dapat dimanfaatkan dengan sundulan yang baik oleh Obiora sehingga membuat skor berubah 1-0 untuk Sriwijaya FC.

Petaka Itu Terjadi

Setelah tertinggal 0-1, para pemain Persipura lebih gencar melakukan serangan. Puncaknya terjadi ketika sebuah umpan Jeremiah kepada Ian Kabes di gagalkan oleh penjaga gawang Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu, bola terlepas lalu ditendang ke arah gawang oleh Jeremiah dan terlihat sedikit menyentuh tangan pemain belakang Sriwijaya FC, Joel Tsimi.

Pemain Persipura memprotes wasit yang tidak memberikan penalti kepada Persipura Jayapura. Beberapa pemain seperti Jeremiah dan Boas terlihat mendorong wasit Purwanto, dan akhirnya dengan sangat emosi para pemain Persipura Jayapura meninggalkan lapangan dan tidak mau melanjutkan pertandingan.

Persipura Jayapura sebagai juara Liga Indonesia 2009 seharusnya bisa bersikap lebih bijak dalam menyikapi keputusan wasit tersebut, apalagi sebelum kejadian tersebut jelas terlihat Jack Komboy, pemain belakang Persipura, menendang dengan sengaja perut pemain Sriwijaya FC, M.Nasuha, setelah terjadi aksi perebutan bola diantara kedua pemain. Seharusnya Jack Komboy pun mendapatkan kartu merah akibat perbuatannya tersebut.

Hukuman Apa Yang Pantas Diberikan Kepada Persipura Jayapura?

Persipura Jayapura jelas mencoreng semangat fair play yang memberikan nyawa bagi sebuah pertandingan sepakbola. Hukuman berat harus ditegakkan, Persipura Jayapura harus dihukum berat. Kalau boleh saya mengusulkan, gelar runner up bagi Persipura harus dianulir, dan diberikan kepada peringkat ketiga Deltras Sidoarjo. Kalaupun kesalahan utama adalah pada official Persipura Jayapura, para official tersebut juga harus menerima hukuman yang berat karena telah mencederai semangat sportifitas dan membuat sepakbola Indonesia berjalan mundur beberapa langkah.

Dan perlu dipertimbangkan lagi partisipasi Persipura Jayapura pada kejuaran Copa Indonesia tahun depan, bahkan perlu dipertimbangkan pula eksistensi mereka pada Liga Indonesia maupun Liga Champion Asia tahun depan. Tentunya Indonesia tidak mau dibuat malu dengan sikap kekanak-kanakan pemain dan official Persipura pada kompetisi tingkat Asia tersebut tahun depan.

Kapan sepakbola Indonesia akan maju dengan sikap-sikap yang menjauh dari semangat sportifitas. Alangkah memalukan kompetisi tertinggi di Indonesia, Liga Super Indonesia, dijuarai oleh sebuah tim yang tidak memiliki semangat sportifitas dan fair play. Memalukan!!!

Anugerah Bintang Emas:

Best Player

Anoure Obiora (Sriwijaya FC)

Top Scores (8 Gol)

Samsyul Arif (Persibo Bojonegoro)

Pablo Frances (Persijap Jepara)

5 Tanggapan

  1. Persipura bermain tanpa beto..jadi kurang mengigit..
    hukuman yang tidak mematikan pemain..apa ya?mungkin untuk manajer dan ofisial saja, dilarang berkecimpung di dunia sepakbola dan masuk lapangan sepakbola seumur hidup…
    jadi tarian papua masih bisa kita liat tahun depan

    • sebaiknya memang tidak ada istilah tebang pilih dalam memberi hukuman, aturan sepakbola sudah dibuat secara normatif dan harus ditegakkan secara konsekuen, bukan begitu?

  2. ..ah pemain persipura mah emang ga nasionalis..liat aja pas lagu indonesia raya dinyanyiin cuma jendry pitoy doang yang nyanyi….

  3. Persipura,mabuk ya…
    Masa’ sikapnya kekanak-2an.

  4. Persipura,cupz2
    jangan ngambek ama ya…
    Nanti saya belikan balon.he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: