Preview AFC Cup 2010 : Sriwijaya FC vs Thai Port


Sriwijaya FC akan kembali merajut prestasi di ajang AFC Cup 2010 menghadapi Thai Port (Thailand), Rabu (12 Mei 2010), nanti. Sriwijaya sedikit diuntungkan karena pertandingan di babak 16 Besar ini menggunakan sistem knock out dan pertandingan hanya dilangsungkan satu kali di Stadion Jaka Baring, Palembang. Sayangnya kemungkinan besar pecinta sepakbola di luar Palembang tidak akan dapat menyaksikan pertandingan ini secara langsung karena belum ada konfirmasi siaran langsung dari stasiun televisi.

Sriwijaya harus berbagi kekuatan karena harus mengikuti dua kompetisi sekaligus dalam pekan ini. Setelah harus berjuang dengan susah payah untuk menyelamatkan kans ke babak 8 Besar Liga Indonesia menghadapi Persisam yang berkesudahan dengan skor 2-2, dua hari kemudian Sriwijaya harus menghadapi Thai Port. Selain itu Sriwijaya masih punya pekerjaan rumah untuk menang telak atas PSMP dua hari setelah melawan Thai Port. Kelelahan akan menjadi musuh selain para pemain Thai Port.

Belum lagi kasus pemukulan terhadap suporter Sriwijaya FC yang kabarnya dilakukan oleh empat pemain Sriwijaya FC. Keempat pemain tersebut tidak bisa lepas dari hukuman berat apabila terbukti bersalah, meski upaya damai terus dilakukan namun kasus ini tetap akan bergulir hingga pengadilan karena kasus tersebut adalah kriminal murni. Kita tunggu apa yang akan terjadi pada keempat pemain tersebut.

Sriwijaya FC pun harus kehilangan gelandang timnas Indonesia, Ponaryo Astaman, dalam pertandingan ini karena mendapat akumulasi kartu kuning. Akan tetapi Rachmad Darmawan tidak perlu terlalu pusing karena masih banyak stok gelandang yang mampu menggantikan posisi Ponaryo diantaranya Tony Sucipto dan Alamsyah Nasution. Meskipun tanpa Pavel Solomin yang tidak didaftarkan di AFC Cup, Laskar Wong Kito masih memiliki Anoure Obiora dan Rachmad Rivai untuk menggedor pertahanan Thai Port.

Yang patut diwaspadai adalah lini belakang Sriwijaya, pemain-pemain di pertahanan seringkali kerepotan apabila menghadapi permainan cepat dan ngotot yang kemungkinan besar akan diperagakan oleh Thai Port. Cocah RD mungkin bisa menurunkan Bobby Satria yang masih muda yang bisa mengimbangi kecepatan para pemain dari Thailand.

Profil Kekuatan Thai Port

Thai Port adalah juara Thailand FA Cup 2009, setelah mengalahkan BEC Tero melalui adu pinalti 5-4. Salah satu pemain yang menghantarkan Thai Port juara Thailand FC Cup musim lalu adalah Pipat Thonkanya yang saat ini bermain untuk Persisam Putra Samarinda. Klub ini sebelumnya bernama Port Authority of Thailand FC (PAT FC) yang didirikan pada tahun 1967. Thai Port saat ini dilatih oleh mantan pelatih timnas Thailand U-17, Sasom Pobprasert.

Di Liga Thailand (Thai Premier League) musim ini, mereka berada di posisi ke 9 dengan meraih sembilan poin dari tujuh pertandingan, menang tiga kali dan kalah empat kali. Thai Port lolos ke babak 16 Besar AFC Cup 2010 setelah berada di posisi kedua di bawah Da Nang (Vietnam) dengan meraih tiga kemenangan, dua kali seri dan satu kali kalah. Thai Port mencetak delapan gol dan kebobolan lima gol dalam kompetisi AFC Cup musim ini.

Saat ini memang tidak ada pemain asal Thai Port yang dipanggil ke timnas Thailand, tapi mereka mempunya beberapa pemain yang pernah malang-melintang dalam skuad timnas Thailand. Pemain-pemain yang patut diwaspadai oleh Sriwijaya FC dalam pertandingan nanti adalah dua penyerang Sarayoot Chaikamdee (35 Caps/26 Gol) dan Sompong Soleb yang merupakan anggota timnas U-23 Thailand. Selain kedua penyerang tersebut mereka masih punya Pitipong Kuldilok yang sudah mencetak dua gol dalam ajang Piala AFC musim ini dan pemain asing asal Brasil, Edvaldo Pereira.

Lini tengah mereka cukup menjanjikan dengan hadirnya pemain-pemain muda seperti Jirawat Makarom yang juga telah mencetak dua gol di Piala AFC 2010. Sedangakan pada lini pertahanan, Thai Port mempunyai dua pemain asing yaitu Mario Da Silva (Brasil) dan Moudourou Swa-Moise (Kamerun). Thai Port juga memiliki bek sayap berbahaya yang sering naik membantu serangan seperti Rangsan Iam-Wiroj dan Pongpipat Kamnuan.

Kekuatan Thai Port memang berada sedikit di bawah Muang Thong yang berhasil ditahan imbang Persiwa Wamena di Malang. Namun Sriwijaya tidak boleh lengah karena para pemain Thailand dikenal dengan semangat juangnya yang tinggi dan berani berduel. Sriwijaya harus mengoptimalkan peluang yang selama ini menjadi kekurangannnya, Srwijaya memang hebat dalam menyusun serangan namun seringkali kandas karena penyelesaian akhir yang buruk.

Perangkat Pertandingan Sriwijaya FC vs Thai Port

Komisioner Pertandingan
Kim Dong Ki (Republik Korea)

Pengamat Wasit
Noboru Ishiyama (Jepang)

Wasit
Shamsuzzaman Tayeb Hasan (Bangladesh)

Asisten Wasit
Huo Weiming (China)
Liu Qingwei (China)

Wasit Cadangan
Hettikankanamge Crishantha Dilan Perera (Sri Lanka)

Source : www.bicarabola.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: