Mengurangi Resiko Bencana Merapi


Bencana alam mendera Indonesia beberapa waktu belakangan. Banjir bandang di Wasior Papua Barat, Tsunami di Mentawai Sumatra Barat, hingga Merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta sungguh membuat pilu masyarakat Indonesia. Sebagai manusia yang lahir di Klaten dan lama tinggal di Yogyakarta, saya sangat sedih melihat tempat yang pernah beberapa kali saya kunjungi luluh lantak diterjang awan panas.

Saya pun bertanya-tanya mengapa banyak korban yang berjatuhan akibat meletusnya Gunung Merapi ini, padahal bukan seperti gempa bumi yang tidak bisa diprediksi, letusan gunung berapi bisa dipantau setiap gejalanya. Meninggalnya lebih dari 100 orang akibat letusan dan awan panas Merapi apakah memang tidak bisa dihindari (terlepas dari kuasa Yang Maha Kuasa)? Keengganan penduduk lereng Merapi untuk mengungsi sering menjadi pembenaran mengenai banyaknya jumlah korban yang jatuh akibat letusan Merapi.

Di dalam majamenen resiko, analisa resiko mempunyai rumus, resiko = konsekuensi x kemungkinan (probabilitas) atau dapat dijelaskan bahwa resiko akan semakin besar apabila akibat dari suatu kejadian juga besar dan kemungkinan dari kejadian juga besar, sama halnya bahwa resiko dapat diminimalisir apabila dampak suatu kejadian diperkecil dan juga kemungkinan dari kejadian juga kecil.

Resiko tidak bisa dihilangkan namun bisa diminalisir, dalam konteks bencana Merapi probabilitas juga sangat sulit diperkecil oleh karena itu untuk mengurangi resiko bencana Merapi (dalam hal ini resiko adanya korban jiwa) maka konsekuensi dari bencana Merapilah yang semestinya dapat diminimalisir. Apa bentuk nyata dari minimalisasi konsekuensi terhadap bencana Merapi?

Ada dua hal yang membuat penduduk di lereng Merapi enggan mengungsi. Yang pertama adalah masalah kepercayaan yang terkait dengan budaya. Yang kedua adalah faktor ekonomi dimana penduduk lereng Merapi bergantung kepada hasil pertanian dan ternak. Faktor budaya sulit untuk dirubah, oleh karena itu untuk meminimalisir konsekuensi maka yang perlu dilakukan adalah mengamankan perekonomian masyarakat lereng Merapi.

Pemerintah dalam hal ini bisa melakukan antisipasi terkait bencana Gunung Merapi. Antisipasi tersebut bisa berupa;
1. Relokasi penduduk di sekitar puncak Gunung Merapi yang dianggap tidak aman (sekitar 3-5 Km dari puncak Merapi)
2. Memperbaiki dan memperjelas tanda-tanda serta jalur evakuasi, serta juga menyiapkan assembly point (titik kumpul) yang layak.
3. Mengamankan ekonomi penduduk lereng Merapi dengan menyiapkan area peternakan khusus dimana apabila status Merapi sudah mulai berbahaya maka semua ternak yang dimiliki warga di lereng Merapi bisa diungsikan terlebih dahulu ke area tersebut tentu dengan persiapan bahan pakan dan sebagainya. (tak lupa juga transportasi untuk mengangkut ternak)

Tiga hal tersebut menurut saya bisa mengurangi konsekuensi dari bencana Merapi, terlebih apabila ternak aman yang artinya kehidupan ekonomi juga aman maka kemungkinan besar tidak banyak penduduk lereng Merapi yang akan menolak untuk diungsikan. Dengan menurunnya tingkat konsekuensi tersebut maka resiko terjadinya korban jiwa dalam bencana Merapi akan dapat diperkecil.

Hal diatas merupakan usaha antisipatif, ketika bencana sudah terjadi seperti saat ini, maka yang paling diperlukan adalah bantuan dari kita untuk membantu meringankan beban penduduk yang terkena bencana Merapi. Berikut adalah rekening-rekening yang bisa dipakai untuk membantu korban bencana di Indonesia. (sumber : Info Bencana)

TVONE satu untuk negeri

Bank Mandiri Cab. Jkt Pulo Gadung
No rekening : 125-000-7926-793

Bank BRI Cab. Rawamangun
No rekening : 0386-01-000-111-304

Bank BNI 46 Cab. Rawamangun
No rekening : 300920095

Bank BCA Cab. Pulo Gadung
No rekening : 275-111111-0

Dompet MetroTV

Bank BCA KCU Puri Indah
No. Rekening : 288 3333 888
a.n PT MEDIA TELEVISI INDONESIA
Bank Mandiri Cabang Jakarta Kebun Jeruk
No.Rekening : 117 0000 778894
a.n PT MEDIA TELEVISI INDONESIA

TPI Peduli

BCA KCU Wisma ‘46 cab. Sudirman – Jakpus
Nomor Rekening : 319.3028990
a/n PT. Cipta TPI (Dompet Peduli)

BNI cab. Jakarta Pusat
Nomor Rekening : 201.96985
a/n Cipta TPI PT / Dompet Peduli

BRI cab. Gedung BRI II
Nomor Rekening : 020601.000592304
a/n TPI Program Peduli, PT

Pundi Amal SCTV

1. BCA Wisma Asia 0842662000
2. MANDIRI Senayan City 1020069192000
3. TITIAN KASIH/PIJAR BCA Wisma Asia 0847200000

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: