Irfan Bachdim Korban Diskriminasi?


Diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, keyakinan politik, yang berakibat pengurangan, penyimpangan atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individu maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, dan aspek kehidupan lainnya. Hal tersebut jelas tertuang dalam UNDANG – UNDANG NO. 39 TAHUN 1999 TENTANG HAK ASASI MANUSIA.

Dalam sebuah kesempatan menyinggung mengenai tertutupnya pintu tim nasional untuk pemain yang memperkuat klub-klub Liga Primer Indonesia, Menegpora Andi Mallarangeng berkata “Semua putra-putri terbaik bangsa, yang terbaik itu yang bisa mewakili Merah-Putih untuk pertandingan internasional. Jadi siapa saja warga negara Indonesia yang terbaik, untuk cabang olah raga masing-masing berhak menggunakan kostum nasional Indonesia,”.

Menggunakan seragam tim nasional merupakan sebuah perwujudan bela negara yang diatur dalam UUD 1945 Pasal 30 Ayat 1 yang berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara”. Artinya setiap warga negara Indonesia selain mempunyai kewajiban juga memiliki hak untuk membela negaranya, termasuk dalam bidang olahraga. Dalam konteks sepakbola pun, FIFA sebagai induk organisasi sepakbola tertinggi di dunia menolak adanya diskriminasi dengan slogannya “Let’s Kick Racism Out Of Football“.

Apa yang dialami pesepakbola Irfan Bachdim menjadi sebuah perdebatan panjang mengenai keberlangsungan dirinya menggunakan seragam tim nasional sepakbola Indonesia. PSSI sebagai induk organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia yang sepatutnya mengayomi insan sepakbola di Indonesia dengan tegas menolak pemain yang bermain dalam LPI (kompetisi yang dianggap ilegal oleh PSSI) untuk memperkuat timnas Indonesia, bahkan pelatih kepala timnas saat ini, Alfred Riedl, juga berkata bahwa Irfan Bachdim tidak bisa membela timnas bila tetap bermain di Liga Primer Indonesia. Menurut dia, LPI merupakan kompetisi tidak resmi.

Irfan Bachdim Korban Diskriminasi?

Seperti sudah diberitakan sebelumnya (baca: 84 Pemain Ikuti Seleksi Timnas), Irfan Bachdim merupakan salah satu pemain yang tidak perlu mengikuti seleksi dan langsung masuk training centre (TC) bersama empat pemain lainnya yang telah bermain untuk timnas senior Indonesia. Kapasitas Irfan sebagai pemain sepakbola handal sudah terbukti dalam mengantarkan Indonesia menjadi finalis di ajang Piala AFF 2010.

Dalam Statuta FIFA 2010, REGULATIONS GOVERNING THE APPLICATION OF THE STATUTES, PASAL 15, tertulis “Any person holding a permanent nationality that is not dependent on residence in a certain country is eligible to play for the representative teams of the Association of that country“. Artinya siapapun berhak dan memenuhi syarat masuk dalam timnas selama punya bukti kewarganegaraan yang sah tanpa memandang dia berada dimanapun.

Irfan Bachdim memang belum secara resmi dicoret dari keanggotaan timnas Indonesia. PSSI boleh menggunakan alasan apapun untuk menolak pemain yang bermain di LPI agar tidak bisa masuk dalam skuad timnas, boleh saja dikatakan mereka tidak layak atau tidak lolos seleksi. Namun untuk kasus Irfan Bachdim jelas berbeda, apabila hal tersebut terjadi maka benar apabila dikatakan bahwa PSSI melalui Badan Tim Nasionalnya (BTN) telah melakukan diskriminasi mengingat telah ada pengumuman resmi bahwa Irfan langsung masuk TC tanpa seleksi.

Aturan dan Undang-Undang sudah jelas, apabila melanggar jelas pula sanksi yang harus dihadapi. Bola ada ditangan PSSI, ingin memajukan sepakbola Indonesia atau mau menabrak segala aturan dan undang-undang untuk memuluskan apapun tujuan mereka. Mari kita tunggu dan kita cermati, masyarakat berhak untuk melaporkan adanya diskriminasi kepada Komnas HAM supaya ditindaklanjuti.

Sumber : www.bicarabola.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: